Langsung ke konten utama

Manajemen Masjid: Profesional, Amanah, dan Berorientasi Peradaban

BEASISWA S2 DALAM NEGRI

Masjid dalam sejarah Islam bukan hanya tempat ibadah. Ia adalah pusat pendidikan, ekonomi, musyawarah, bahkan penguatan sosial umat. Namun di era modern, pengelolaan masjid tidak cukup hanya bermodal semangat. Dibutuhkan sistem, tata kelola, transparansi, dan profesionalitas.

Menjawab kebutuhan itu, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha membuka Konsentrasi Manajemen Masjid pada Program:

🎓 S1 Manajemen

  • Total 148 SKS
  • Lama studi 8 semester (4 tahun)
  • Perkuliahan offline & online

Mata Kuliah Unggulan:

  • Sejarah Perkembangan Masjid
  • Sistem Digitalisasi Masjid
  • Manajemen SDM Masjid
  • Manajemen Operasional Masjid
  • Manajemen Keuangan & Penganggaran Masjid
  • Manajemen Risiko & Strategi Masjid
  • Aspek Hukum Masjid
  • Kewirausahaan Masjid

🎓 S2 Manajemen (Konsentrasi Manajemen Masjid)

  • Total 39 SKS
  • Lama studi 4 semester (2 tahun)
  • Perkuliahan offline & online

Mata Kuliah Inti:

  • Manajemen Keuangan
  • Manajemen SDM
  • Sistem Informasi Manajemen
  • Manajemen Pemasaran
  • Hukum & Etika Bisnis
  • Manajemen Strategi
  • Analitika Bisnis
  • Penelitian & Analisis Data
  • Seminar Proposal
  • Tesis

📌 Jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau)

Dibuka bagi:

  • Pengurus DKM
  • Marbot Masjid
  • Yayasan Masjid
  • Pengelola ZISWAF
  • Aktivis lembaga keumatan

Dengan pengakuan pengalaman kerja melalui dokumen seperti:

  • Ijazah & transkrip
  • Sertifikat kompetensi
  • Logbook kegiatan
  • Surat keterangan atasan
  • Dokumen perencanaan/analisis
  • Penilaian kinerja

💰 Biaya Pendidikan

  • Pendaftaran gratis khusus pengelola masjid, DMI & GPS
  • Infak pendidikan:
    • S1: ± Rp150.000/bulan
    • S2: ± Rp300.000/bulan

Program ini terselenggara bekerja sama dengan:
Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Gerakan Pejuang Subuh (GPS) Kota Tangerang Selatan

📍 Alamat:
Jl. Legoso Raya No. 31 Pisangan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan
🌐 www.stieganesha.ac.id


Catatan dari Forum Dai Wasathiyah

Forum Dai Wasathiyah memandang bahwa penguatan tata kelola masjid adalah bagian dari dakwah wasathiyah—dakwah yang menyeimbangkan spiritualitas dan profesionalitas.

Masjid yang amanah tidak hanya ramai jamaah, tetapi juga kuat sistemnya.
Tidak hanya penuh kajian, tetapi juga tertib administrasi dan transparan keuangannya.

Karena membangun peradaban tidak cukup dengan retorika—ia butuh manajemen.


Forum Dai Wasathiyah



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inspirasi untuk Jiwa yang Terlalu Sibuk Cemas

Life’s Too Short to Worry So Much: Inspirasi untuk Jiwa yang Terlalu Sibuk Cemas Oleh : Dimas Fajri Adha, SE. Kita hidup di zaman yang menuntut banyak hal: performa tinggi, stabilitas finansial, relasi yang ideal. Akibatnya, banyak dari kita terjebak dalam overthinking. Kita takut gagal, takut miskin, takut ditinggal, takut tidak mencapai ekspektasi dunia. Tapi, pertanyaannya: apakah hidup ini memang untuk dicemaskan? Ataukah untuk dijalani dengan tenang dan iman yang matang? Hidup ini terlalu singkat untuk kita habiskan dalam bayang-bayang kecemasan. Dunia ini bukan untuk dimiliki, tapi untuk dilalui—dengan sabar dan syukur. 1. Perspektif Ilmiah: Kecemasan dan Kerusakan Sistemik Studi dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa stres kronis dapat merusak sistem imun, mempercepat penuaan sel, dan menjadi penyebab utama penyakit jantung, tekanan darah tinggi, bahkan depresi. Dalam bahasa ringkas: terlalu banyak cemas membuat kita “mati lebih cepat” secara fisik dan psikis....

MUI Kota Bekasi Gelar Wisuda Pendidikan Kader Ulama 2025, Tegaskan Urgensi Regenerasi Keulamaan di Era Modern

  Sumber foto : Facebook Bekasi, 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi melalui Lembaga Pendidikan Kader Ulama (LPKU) menggelar acara Wisuda dan Penutupan Pendidikan Kader Ulama (PKU) tahun 2025, sebagai bagian dari upaya strategis dalam menyiapkan generasi penerus ulama yang berkompeten dan relevan dengan tantangan zaman. Acara dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan rangkaian kegiatan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri para wisudawan, keluarga, pengurus MUI, serta perwakilan unsur pemerintah, TNI, Polri, dan Kejaksaan. Orasi Ilmiah: Urgensi Kompetensi Ulama di Era Kontemporer Sorotan utama kegiatan ini adalah sesi Stadium General yang disampaikan oleh KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., Ph.D, selaku Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah. Dalam orasinya, beliau menyinggung memori masa kuliah tahun 2006–2008 saat mengikuti program kaderisasi muballigh dan ulama di Jakarta. Menurut...