Langsung ke konten utama

Postingan

BENTENG MORAL DI KOTA PATRIOT: FORUM DAI WASATHIYAH BEKASI TEGASKAN DUKUNGAN PENUH FATWA MUI TOLAK LGBT

SIARAN PERS RESMI FORUM DAI WASATHIYAH (FORUM DAWAI) Untuk Diterbitkan Segera BENTENG MORAL DI KOTA PATRIOT: FORUM DAI WASATHIYAH BEKASI TEGASKAN DUKUNGAN PENUH FATWA MUI TOLAK LGBT Oleh: Dimas Fajri Adha, S.E. (Ketua Forum Dai Wasathiyah) BEKASI — Di tengah gempuran propaganda global dan polarisasi gerakan sosial, gerakan dakwah independen non-partai di tingkat akar rumput terus memperkuat benteng moral masyarakat. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh Forum Dai Wasathiyah (Forum DAWAI) Kota Bekasi . Wadah yang diisi oleh para dai muda lulusan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi ini menyatakan komitmen penuhnya berdiri searah dengan langkah ulama nasional dalam menentang keras segala bentuk normalisasi LGBT di Indonesia. Sikap ini diambil sejalan dengan ketegasan Majelis Ulama Indonesia yang terus istiqamah mendesak penguatan regulasi hukum serta menolak keras desakan dari pul...

Haji Wada', Baqi', dan Dakwah di Era Digital

Haji Wada', Baqi', dan Jejak Peradaban di Era Digital Ada satu hal yang selalu membuat saya terpukau ketika membaca sejarah Islam. Bukan sekadar tentang syahdunya Khutbah Haji Wada', tetapi tentang manuver luar biasa yang terjadi setelahnya. Pada tahun ke-10 Hijriah, puluhan ribu sahabat berkumpul mendengarkan pesan-pesan terakhir Rasulullah ﷺ. Mereka menyimak amanat yang kelak menjadi cetak biru bagi umat Islam pasca wafatnya sang pembawa risalah. Namun, yang paling mengagumkan bukanlah volume jamaah yang hadir, melainkan bagaimana mereka merespons pesan tersebut. Mereka tidak berhenti sebagai pendengar. Mereka bergerak. Sebuah refleksi historis yang menghentak dapat ditelusuri dari Jannatul Baqi, pemakaman utama di Kota Madinah. Menurut catatan Imam Abu Zur’ah Ar-Razi (w. 264 H), pada saat Rasulullah ﷺ wafat, beliau meninggalkan sekitar 114.000 sahabat—sebuah populasi yang sangat masif. Fakta ini turut dikutip oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Al-Isabah fi Tamyiz ...

Dialektika Informasi dan Makna: Bagaimana Epistemologi Islam Menginkubasi Renaisans Eropa

Oleh: Dimas Fajri Adha Narasi sejarah Barat sering kali membingkai Renaisans Eropa—era kebangkitan rasionalitas, sains, dan seni pada abad ke-14—sebagai sebuah lompatan mandiri dari Dark Ages menuju pencerahan modern. Namun, narasi ini kerap melewatkan satu mata rantai epistemologis yang krusial: bahwa kebangkitan Eropa tidak akan pernah terjadi tanpa proses "pemaknaan informasi" yang dilakukan secara masif oleh peradaban Islam berabad-abad sebelumnya. Ketika Eropa terpuruk dalam stagnasi Abad Pertengahan, dunia Islam dari Baghdad hingga Andalusia tidak sekadar bertindak sebagai "tukang pos" yang menyimpan teks-teks klasik Yunani dan Romawi. Lebih dari itu, para cendekiawan Muslim melakukan transformasi hermeneutik—mengubah tumpukan informasi mentah menjadi sebuah sistem makna yang baru. Dari Terjemahan Menuju Pemaknaan Epistemologis Pada masa Islamic Golden Age (Masa Keemasan Islam...

Fanatisme Itu Busuk: Pelajaran Hadits tentang ‘Ashabiyyah di Zaman Modern

Ternyata, orang-orang jahiliyah masih ada di zaman modern ini. Mengagetkan? Atau sebenarnya… kita sering tidak sadar sedang mengulang pola mereka? 🙂 Dalam salah satu hadits, Rasulullah ﷺ bersabda: "Bukan termasuk golongan kami orang yang menyeru kepada fanatisme ('ashabiyyah), yang berperang karena fanatisme, dan yang mati karena fanatisme." Hadits ini diriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud dan juga terdapat dalam Musnad Ahmad. Namun konteks sejarahnya lebih kuat lagi. Dalam riwayat shahih di Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, terjadi perselisihan kecil antara seorang Muhajirin dan seorang Anshar saat Perang Bani Musthaliq. Keduanya Muslim. Keduanya sahabat Nabi ﷺ. Namun ketika emosi memuncak, mereka berteriak: "Wahai kaum Anshar!" "Wahai kaum Muhajirin!" Seruan identitas. Rasulullah ﷺ langsung menegur: "Apakah dengan seruan jahiliyah sementara aku masih berada di tengah kalian?" "Tinggalkan itu, karena itu busuk." Perhatikan satu hal ...

Keutamaan Berdakwah dengan Hikmah dan Kelembutan

Keutamaan Berdakwah dengan Hikmah dan Kelembutan Oleh : Dimas Fajri Adha, SE,. Menjelang Ramadhan, sering kali kita berbicara tentang persiapan hati. Namun ada satu hal yang tak kalah penting: bagaimana cara kita berdakwah dan berinteraksi dengan sesama. Allah ﷻ berfirman: " Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik." (QS. An-Nahl: 125) Ayat ini bukan sekadar metode, tetapi prinsip. Dakwah tidak dibangun di atas emosi, apalagi amarah. Ia berdiri di atas hikmah — kebijaksanaan dalam memahami situasi, karakter manusia, dan waktu yang tepat. Allah juga mengingatkan Nabi ﷺ: " Maka disebabkan rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, niscaya mereka menjauh dari sekitarmu ." (QS. Ali 'Imran: 159) Jika Rasulullah ﷺ saja diperintahkan untuk lembut kepada para sahabat, maka bagaimana dengan kita? Keutamaan Dakwah dengan Kelembutan Mendatangkan cinta Allah Nabi ﷺ bersabda...

Manajemen Masjid: Profesional, Amanah, dan Berorientasi Peradaban

BEASISWA S2 DALAM NEGRI Masjid dalam sejarah Islam bukan hanya tempat ibadah. Ia adalah pusat pendidikan, ekonomi, musyawarah, bahkan penguatan sosial umat. Namun di era modern, pengelolaan masjid tidak cukup hanya bermodal semangat. Dibutuhkan sistem, tata kelola, transparansi, dan profesionalitas. Menjawab kebutuhan itu, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha membuka Konsentrasi Manajemen Masjid pada Program: 🎓 S1 Manajemen Total 148 SKS Lama studi 8 semester (4 tahun) Perkuliahan offline & online Mata Kuliah Unggulan: Sejarah Perkembangan Masjid Sistem Digitalisasi Masjid Manajemen SDM Masjid Manajemen Operasional Masjid Manajemen Keuangan & Penganggaran Masjid Manajemen Risiko & Strategi Masjid Aspek Hukum Masjid Kewirausahaan Masjid 🎓 S2 Manajemen (Konsentrasi Manajemen Masjid) Total 39 SKS Lama studi 4 semester (2 tahun) Perkuliahan offline & online Mata Kuliah Inti: Manajemen Keuangan Manajemen SDM Sistem Informasi Manajemen Manajeme...

Info Beasiswa S2 - Management Masjid

🎓 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI GANESHA Membuka Konsentrasi: MANAJEMEN MASJID Bekerjasama dengan: Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gerakan Pejuang Subuh (GPS) Kota Tangerang Selatan 📍 Alamat: Jl. Legoso Raya No. 31 Pisangan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan 🌐 Website: www.stieganesha.ac.id 📞 0811 1201 6655 | 0812 8526 5362 📞 0813 1014 1918 | 0812 2506 2745 --- 📘 PROGRAM SARJANA (S1) MANAJEMEN Konsentrasi Manajemen Masjid 🔹 Total SKS: 148 SKS 🔹 Lama Studi: 8 Semester (4 Tahun) 🔹 Perkuliahan: Tatap muka (Offline) & Daring (Online) Kelompok Mata Kuliah: 1. Kurikulum Nasional (MKKNI) – 7 SKS 2. Kurikulum Institusi (MKKI) – 50 SKS 3. Kurikulum Program (MKKP) – 59 SKS 4. Kurikulum Pilihan Konsentrasi (MKPK) – 12 SKS 5. Kampus Merdeka (Magang/PKL) – 20 SKS --- 📚 Mata Kuliah Unggulan Konsentrasi: Sejarah Perkembangan Masjid Sistem Digitalisasi Masjid Manajemen SDM Masjid Manajemen Operasional Masjid Manajemen Keuangan Masjid Akuntansi Manajemen Masjid Pengantar Manajemen Masjid Mana...

Akhlak Bermedia Sosial: Etika Muslim di Ruang Digital

Ditulis oleh : Rifda Luthfiyyah Arganada (Alumni Ponpes Abu Hurairah Mataram) Di era modern saat ini, kita sudah tak asing lagi dengan istilah "media sosial". Media sosial sendiri merupakan wadah dan sarana bagi masyarakat modern untuk berkreasi,berekspresi,sampai berinteraksi dengan sesama. Bisa dibilang, kehidupan modern ini tak bisa terpisah dari pengaruh media sosial. Bahkan media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar di masyarakat. Dengan lahirnya media sosial, masyarakat dapat merasakan dampaknya secara langsung. Aksesibilitas yang lebih luas dalam komunikasi jarak jauh, penguatan jaringan komunikasi, hingga efisiensi dalam menghasilkan cuan merupakan sejumlah implikasi positif yang dapat dirasakan. Namun disisi lain, konsekuensi negatifnya tetap menjadi sesuatu yang sulit dihindarkan. Kurangnya produktivitas,timbulnya ketergantungan, hingga maraknya cyberbullying menjadi tantangan utama bag...