Langsung ke konten utama

Postingan

Para Investor Ulung: Berbisnis dengan Allah dan Rasul-Nya

Para Investor Ulung: Berbisnis dengan Allah dan Rasul-Nya Setiap investor tentu mengharapkan laba besar dari setiap usaha yang dijalankan. Namun, di antara segala bentuk investasi duniawi, ada satu jenis investasi yang tak tertandingi: berbisnis dengan Allah dan Rasul-Nya demi agama-Nya. Pertanyaannya, siapakah para investor terbaik sepanjang sejarah? artikel Oleh: Badru Salam  (Alumni PKU MUI 4 Kota Bekasi) Abu Bakar ash-Shiddiq: Investasi Total Tanpa Sisa Ketika sebagian orang menakar keuntungan dengan kalkulator dunia, Abu Bakar ash-Shiddiq justru “menjual” seluruh hartanya kepada Allah. Dalam setiap kesempatan jihad dan dakwah, beliau tidak pernah menahan sedikit pun untuk dirinya. Saat Rasulullah ﷺ bertanya, “Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar?”, beliau menjawab tegas: > “Aku tinggalkan bagi mereka Allah dan Rasul-Nya.” Sebuah jawaban yang mencerminkan keyakinan penuh, bahwa investasi dengan Allah tak pernah merugi. Utsman bin Affan: Sang Konglomerat ...

MUI Kota Bekasi Gelar Wisuda Pendidikan Kader Ulama 2025, Tegaskan Urgensi Regenerasi Keulamaan di Era Modern

  Sumber foto : Facebook Bekasi, 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi melalui Lembaga Pendidikan Kader Ulama (LPKU) menggelar acara Wisuda dan Penutupan Pendidikan Kader Ulama (PKU) tahun 2025, sebagai bagian dari upaya strategis dalam menyiapkan generasi penerus ulama yang berkompeten dan relevan dengan tantangan zaman. Acara dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan rangkaian kegiatan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri para wisudawan, keluarga, pengurus MUI, serta perwakilan unsur pemerintah, TNI, Polri, dan Kejaksaan. Orasi Ilmiah: Urgensi Kompetensi Ulama di Era Kontemporer Sorotan utama kegiatan ini adalah sesi Stadium General yang disampaikan oleh KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., Ph.D, selaku Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah. Dalam orasinya, beliau menyinggung memori masa kuliah tahun 2006–2008 saat mengikuti program kaderisasi muballigh dan ulama di Jakarta. Menurut...

Mengambil Keputusan di Persimpangan Keraguan: Perspektif Qur’ani, Hadits, dan Psikologi Hati

Dalam perjalanan hidup, manusia sering berhenti di persimpangan keraguan. Bukan karena jalannya terlalu jauh, tetapi karena hati diliputi الريبة (ar-riybah — keraguan yang disertai kecurigaan dan kegelisahan). Dalam kondisi seperti ini, Islam memberikan kerangka adab, bukan hanya teori. Fondasi Qur’ani dalam Mengambil Keputusan Allah menyinggung ar-riybah dalam banyak konteks. Di awal surah al-Baqarah: > ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 2) Ayat ini bukan sekadar deklarasi kemuliaan Qur’an. Ia adalah penegasan bahwa manusia membutuhkan landasan tanpa ragu untuk menentukan arah. Lebih lanjut, Nabi Syu‘aib ‘alaihissalam berkata: > وَمَا تُوْفِيقِيْٓ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيْبُ “Dan tidak ada taufik bagiku kecuali dengan pertolongan Allah. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku kembali.” (QS. Hud: 88) Ay...