Langsung ke konten utama

Postingan

Keutamaan Berdakwah dengan Hikmah dan Kelembutan

Keutamaan Berdakwah dengan Hikmah dan Kelembutan Oleh : Dimas Fajri Adha, SE,. Menjelang Ramadhan, sering kali kita berbicara tentang persiapan hati. Namun ada satu hal yang tak kalah penting: bagaimana cara kita berdakwah dan berinteraksi dengan sesama. Allah ﷻ berfirman: " Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik." (QS. An-Nahl: 125) Ayat ini bukan sekadar metode, tetapi prinsip. Dakwah tidak dibangun di atas emosi, apalagi amarah. Ia berdiri di atas hikmah — kebijaksanaan dalam memahami situasi, karakter manusia, dan waktu yang tepat. Allah juga mengingatkan Nabi ﷺ: " Maka disebabkan rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, niscaya mereka menjauh dari sekitarmu ." (QS. Ali 'Imran: 159) Jika Rasulullah ﷺ saja diperintahkan untuk lembut kepada para sahabat, maka bagaimana dengan kita? Keutamaan Dakwah dengan Kelembutan Mendatangkan cinta Allah Nabi ﷺ bersabda...

Manajemen Masjid: Profesional, Amanah, dan Berorientasi Peradaban

BEASISWA S2 DALAM NEGRI Masjid dalam sejarah Islam bukan hanya tempat ibadah. Ia adalah pusat pendidikan, ekonomi, musyawarah, bahkan penguatan sosial umat. Namun di era modern, pengelolaan masjid tidak cukup hanya bermodal semangat. Dibutuhkan sistem, tata kelola, transparansi, dan profesionalitas. Menjawab kebutuhan itu, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha membuka Konsentrasi Manajemen Masjid pada Program: 🎓 S1 Manajemen Total 148 SKS Lama studi 8 semester (4 tahun) Perkuliahan offline & online Mata Kuliah Unggulan: Sejarah Perkembangan Masjid Sistem Digitalisasi Masjid Manajemen SDM Masjid Manajemen Operasional Masjid Manajemen Keuangan & Penganggaran Masjid Manajemen Risiko & Strategi Masjid Aspek Hukum Masjid Kewirausahaan Masjid 🎓 S2 Manajemen (Konsentrasi Manajemen Masjid) Total 39 SKS Lama studi 4 semester (2 tahun) Perkuliahan offline & online Mata Kuliah Inti: Manajemen Keuangan Manajemen SDM Sistem Informasi Manajemen Manajeme...

Info Beasiswa S2 - Management Masjid

🎓 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI GANESHA Membuka Konsentrasi: MANAJEMEN MASJID Bekerjasama dengan: Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gerakan Pejuang Subuh (GPS) Kota Tangerang Selatan 📍 Alamat: Jl. Legoso Raya No. 31 Pisangan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan 🌐 Website: www.stieganesha.ac.id 📞 0811 1201 6655 | 0812 8526 5362 📞 0813 1014 1918 | 0812 2506 2745 --- 📘 PROGRAM SARJANA (S1) MANAJEMEN Konsentrasi Manajemen Masjid 🔹 Total SKS: 148 SKS 🔹 Lama Studi: 8 Semester (4 Tahun) 🔹 Perkuliahan: Tatap muka (Offline) & Daring (Online) Kelompok Mata Kuliah: 1. Kurikulum Nasional (MKKNI) – 7 SKS 2. Kurikulum Institusi (MKKI) – 50 SKS 3. Kurikulum Program (MKKP) – 59 SKS 4. Kurikulum Pilihan Konsentrasi (MKPK) – 12 SKS 5. Kampus Merdeka (Magang/PKL) – 20 SKS --- 📚 Mata Kuliah Unggulan Konsentrasi: Sejarah Perkembangan Masjid Sistem Digitalisasi Masjid Manajemen SDM Masjid Manajemen Operasional Masjid Manajemen Keuangan Masjid Akuntansi Manajemen Masjid Pengantar Manajemen Masjid Mana...

Akhlak Bermedia Sosial: Etika Muslim di Ruang Digital

Ditulis oleh : Rifda Luthfiyyah Arganada (Alumni Ponpes Abu Hurairah Mataram) Di era modern saat ini, kita sudah tak asing lagi dengan istilah "media sosial". Media sosial sendiri merupakan wadah dan sarana bagi masyarakat modern untuk berkreasi,berekspresi,sampai berinteraksi dengan sesama. Bisa dibilang, kehidupan modern ini tak bisa terpisah dari pengaruh media sosial. Bahkan media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar di masyarakat. Dengan lahirnya media sosial, masyarakat dapat merasakan dampaknya secara langsung. Aksesibilitas yang lebih luas dalam komunikasi jarak jauh, penguatan jaringan komunikasi, hingga efisiensi dalam menghasilkan cuan merupakan sejumlah implikasi positif yang dapat dirasakan. Namun disisi lain, konsekuensi negatifnya tetap menjadi sesuatu yang sulit dihindarkan. Kurangnya produktivitas,timbulnya ketergantungan, hingga maraknya cyberbullying menjadi tantangan utama bag...

Arti Hijrah yang Sebenarnya: Lebih dari Sekadar Gaya dan Sapaan

Ilustrasi foto : Grok AI Arti Hijrah yang Sebenarnya: Lebih dari Sekadar Gaya dan Sapaan Ditulis oleh : Dimas Fajri Adha, SE. (Alumni PKU MUI IV - Kota Bekasi) 🕌 Pendahuluan Kata "hijrah" kini begitu populer. Banyak yang mengaitkannya dengan perubahan penampilan: mulai memakai gamis, berniqab, memelihara jenggot, meninggalkan isbal, atau saling memanggil "ana–antum". Semua itu tentu baik — tanda ada semangat menuju ketaatan. Namun, hijrah tidak boleh berhenti pada kulit luar. Hijrah yang sejati bukan sekadar ganti fashion dan komunitas, melainkan perubahan arah hati dan kesadaran diri — dari ingin dilihat manusia, menjadi ingin diridhai Allah. 👕 Hijrah dan Fashion: Antara Simbol dan Substansi Fenomena hijrah hari ini sering dimulai dari gaya hidup Islami. Tapi jangan sampai hijrah menjadi tren yang kehilangan ruh. Hijrah sejati menuntun pada tawadhu', bukan kesombongan; pada kasih sayang, bukan penghakiman. > قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ: إِنَّ اللّٰهَ لَا يَنْظ...

Perang Uhud : Bukan Uang yang menyatukan Kita

Hikmah dari Perang Uhud dan Godaan Ghanimah Dalam sejarah Islam, Perang Uhud menjadi salah satu peristiwa paling sarat hikmah. Kekalahan kaum Muslimin bukan karena lemahnya strategi atau kurangnya pasukan, melainkan karena tergelincirnya sebagian sahabat dalam ujian hati: cinta dunia dan tergoda oleh harta rampasan (ghanimah) . Awal Kemenangan yang Berubah Menjadi Kekalahan Ketika perang dimulai, kaum Muslimin sempat memukul mundur pasukan Quraisy. Panji mereka hampir jatuh, dan tanda-tanda kemenangan mulai tampak. Rasulullah ﷺ menempatkan 50 pasukan pemanah di bukit (Jabal Rumaah) di bawah komando Abdullah bin Jubair dengan pesan yang sangat tegas: "Jangan sekali-kali kalian meninggalkan tempat kalian, sekalipun kalian melihat kami menang atau kalah, sampai aku mengutus seseorang kepada kalian." — (HR. al-Bukhari, no. 4043; Muslim, no. 1818) Namun ketika pasukan Quraisy mulai mundur dan meninggalkan harta di medan perang, sebagian pemanah tergoda untuk turu...

Para Investor Ulung: Berbisnis dengan Allah dan Rasul-Nya

Para Investor Ulung: Berbisnis dengan Allah dan Rasul-Nya Setiap investor tentu mengharapkan laba besar dari setiap usaha yang dijalankan. Namun, di antara segala bentuk investasi duniawi, ada satu jenis investasi yang tak tertandingi: berbisnis dengan Allah dan Rasul-Nya demi agama-Nya. Pertanyaannya, siapakah para investor terbaik sepanjang sejarah? artikel Oleh: Badru Salam  (Alumni PKU MUI 4 Kota Bekasi) Abu Bakar ash-Shiddiq: Investasi Total Tanpa Sisa Ketika sebagian orang menakar keuntungan dengan kalkulator dunia, Abu Bakar ash-Shiddiq justru “menjual” seluruh hartanya kepada Allah. Dalam setiap kesempatan jihad dan dakwah, beliau tidak pernah menahan sedikit pun untuk dirinya. Saat Rasulullah ﷺ bertanya, “Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar?”, beliau menjawab tegas: > “Aku tinggalkan bagi mereka Allah dan Rasul-Nya.” Sebuah jawaban yang mencerminkan keyakinan penuh, bahwa investasi dengan Allah tak pernah merugi. Utsman bin Affan: Sang Konglomerat ...

MUI Kota Bekasi Gelar Wisuda Pendidikan Kader Ulama 2025, Tegaskan Urgensi Regenerasi Keulamaan di Era Modern

  Sumber foto : Facebook Bekasi, 2025 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi melalui Lembaga Pendidikan Kader Ulama (LPKU) menggelar acara Wisuda dan Penutupan Pendidikan Kader Ulama (PKU) tahun 2025, sebagai bagian dari upaya strategis dalam menyiapkan generasi penerus ulama yang berkompeten dan relevan dengan tantangan zaman. Acara dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan rangkaian kegiatan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri para wisudawan, keluarga, pengurus MUI, serta perwakilan unsur pemerintah, TNI, Polri, dan Kejaksaan. Orasi Ilmiah: Urgensi Kompetensi Ulama di Era Kontemporer Sorotan utama kegiatan ini adalah sesi Stadium General yang disampaikan oleh KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., Ph.D, selaku Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah. Dalam orasinya, beliau menyinggung memori masa kuliah tahun 2006–2008 saat mengikuti program kaderisasi muballigh dan ulama di Jakarta. Menurut...